Postingan

Kesedihan Mahija dengan Penyebab Penumpang KRDI BIAS

          Pada 11 Januari 2026, saya menaiki KRDI BIAS seharian dari 571A sampai 575A dengan KRDI yang diganti. Saat 571B, rangkaian memakai K3 3 11 05-08 Depo Solo Balapan (Slo). Namun, rangkaian itu mengalami masalah teknis saat dihidupkan dari Madiun dan mesin masih mengalami lemah tenaga dengan indikasi kegagalan kompresi. Dengan itu, rangkaian itu ditukar K3 3 09 17-20 Slo pada perjalanan 572B di Slo.     Rangkaian K3 3 09 17-20 melanjutkan perjalanan K3 3 11 05-08. Saya duduk di K3 3 09 20. Di situ, saya telah meminta izin untuk duduk berhadapan dengan mbak-mbak muda kurus dan memakai masker. Sepanjang perjalanan, suasana cukup baik dan performa K3 3 09 17-20 sudah baik setelah perbaikan transmisi K3 3 09 20.  Sebagai calon pengamat mesin KRDI, saya pasti merekam mesin KRDI, termasuk mesin K3 3 09 20 dalam 572B ini. Bahkan, saya sangat mengharapkan untuk merekam mesin KRDI dengan mbak-mbak tanpa izin secara aman. Meskipun begitu, saya t...

Pandangan Buruk oleh Penumpang BIAS di Akhir Maret 2025

     S aya memiliki rencana untuk menaiki KRDI 571 sampai 575 BIAS pada 30 Maret 2025. Rangkaian yang dipakai adalah K3 3 09 17-20 Depo Solo Balapan (Slo). Tujuanku menaiki KRDI BIAS sudah pasti pada pengamatan terhadap mesin KRDI dan penumpang. Pada saat itu, saya duduk di K3 3 09 17 dan momennya terjadi pada hari akhir puasa Ramadhan 1446 H/2025 M. Di tahun 2025, harapanku menaiki KRDI BIAS di akhir puasa ini difokuskan pada rekaman mesin KRDI dan mengharapkan penumpang mbak-mbak yang menarik duduk di kursi berhadapan di depan. Meskipun begitu, kondisi penumpang mbak-mbak di 572 ke arah Madiun tidak banyak dengan posisiku yang duduk di kursi 6A. Posisi tempat duduk di depan, kursi 5A, sudah diisi dengan ibu-ibu.      Ponsel Samsung A53 Mahija diarahkan ke jendela untuk merekam mesin K3 3 09 17 dan menghindari wajah ibu-ibu. Sepanjang perjalanan, saya merasa aman dan tidak terasa hawa negatif dari penumpang lain. Kemudian, ibu di depanku turun di Walikukun...

Pandangan Buruk oleh Penumpang BIAS di Akhir Agustus 2025

          Saya menaiki KRDI BIAS sejak 571B dari Kadipiro sampai Soemarmo pada 30 Agustus 2025 dengan K3 3 09 17-20 Depo Solo Balapan (Slo). Setelah perjalanan 571B sampai Soemarmo, saya melanjutkan perjalanan 572B sampai Caruban. Perjalanan ke Caruban dengan BIAS ini menjadi percobaan awal untukku setelah perpanjangan rute KA BIAS ke Caruban. Setelah itu, saya tetap melanjutkan perjalanan sampai selesai di 575A agar puas dengan mesin KRDI.           Pengamatan terhadap mesin dan penumpang tetap menjadi perhatianku untuk perjalanan pertama KA BIAS ke Caruban. Setelah 571B tiba di Soemarmo, aku keluar dan masuk ke rangkaian kembali setelah pemeriksaan tiket. Di saat itu, saya mengincar tempat duduk di K3 3 09 17 dengan kursi 6D. Posisi 09 17 ini menjadi incaranku karena aku suka duduk di tempat genset yang panas dan mesinnya diyakini candu pada ruangan yang telah dibagi dengan genset karena suara mesin pasti lebih terkumpul di a...

Perasaan di Masa Pandemi Covid-19 Bagian Pertama

Gambar
Mahija Parama Ascarya Supala (me) dengan Lokomotif Dinas KA 282 Matarmaja (Gapeka 2023) Ketika membahas sebuah perasaan pribadi, semua memiliki perasaan pribadi tersendiri, terutama untuk diriku sendiri sebagai orang yang secara berkala bersikap individualis yang hidup di masa Pandemi Covid-19. Orang individualis bisa juga disebut orang pribumi. Orang pribumi bisa bersifat sesat, bisa bersifat mendidik, dan bisa bersifat senang berbagi suatu hal dari segi tindakan. Menurut orang individualis sepertiku,  kepuasan dapat timbul di dalam diriku saat dianggap aktif menyalurkan  pemahaman, pengetahuan, dan kepribadian melalui berbagai media sosial, seperti halnya WhatsApp, Twitter, Instagram, dan media sosial lainnya. Orang individualis dapat membagikan ilmu atau informasi dengan kesan yang panjang agar terlihat berbeda dari yang lain, tidak seperti orang pada umumnya yang suka pesan singkat. Jangankan pesan singkat, orang umum lebih menyukai bahasa sehari-hari, bahasa slang, dan ba...